Saat Anfield Tak Lagi “Angker”


Musim lalu Anfield jadi tempat yang menakutkan untuk tim-tim yang datang ke sana. Tapi seiring penampilan Liverpool yang menurun musim ini, Anfield tak lagi angker buat tamunya.

Liverpool tampil mengejutkan musim lalu kala bersaing di jalur juara, sebelum akhirnya harus puas finis di posisi kedua. Permainan menghibur mereka begitu dipuja-puja, salah satu contohnya adalah torehan 101 gol yang dibuat anak asuh Brendan Rodgers itu.

Selain itu The Reds juga begitu menakutkan ketika tampil di kandang sendiri dengan bikin 53 gol dan hanya kebobolan 18 gol. Sementara itu saat tandang pun Liverpool jadi tim paling produktif dengan 48 gol.

Tanyakan saja pada Arsenal, Tottenham Hotspur, Everton, Norwich City, atau Fulham yang musim lalu gawangnya diberondong 4-5 gol oleh para pemain Liverpool.

Tapi musim ini ketajaman itu bak menghilang ditelan bumi bersamaan dengan kepergian Luis Suarez dan cederanya Daniel Sturridge. Hasil 0-0 dengan Sunderland semalam membuat Liverpool baru bikin tujuh gol dari 8 laga kandang musim ini!

Hasil seri ketiga dari delapan laga kandang, sama persis dengan jumlah kemenangan mereka. Sudah dua kekalahan didapat Liverpool, yakni dari Aston Villa dan Chelsea.

Padahal musim lalu dengan jumlah laga yang sama, anak-anak Merseyside itu sudah buat 22 gol. Menurut catatan Squawka, musim ini Liverpool total baru bikin 19 gol dari 15 pekan berlalu, berbeda dengan musim lalu di mana mencapai 34 gol

Musim ini hanya Aston Villa (4 gol) dan Burnley (6 gol), tim-tim yang mencetak gol lebih sedikit dibanding Liverpool di kandang. Wajar jika keputusan Brendan Rodgers untuk “memarkir” Fabio Borini dipertanyakan.

Sebab dengan cederanya Sturridge dan Mario Balotelli saat ini, Rodgers tak punya siapa-siapa lagi ketika Rickie Lambert mentok seperti di laga kontra Sunderland semalam.

“Itu adalah keputusan yang saya buat sebagai seorang manajer,” ujar Rodgers ketika ditanya soal Borini seperti dikutip Soccernet.

Apapun alasan Rodgers soal tumpulnya lini depan Liverpool, dia patut menemukan racikan terbaik mengingat pertengahan pekan besok akan ada laga hidup mati kontra FC Basel, untuk menentukan kelolosan ‘Si Merah’ ke babak 16 besar.

Beberapa hari setelah itu sudah ada Manchester United yang menunggu di Old Trafford.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s