Ayo Kupas : Perbedaan Kolesterol dan Kalori


AyoKupas kolesterol dan kalori sudah begitu sering kita dengar dalam kehidupan kita sehari-hari,baik dari iklan TV maupun dalam materi sekolah kita, meski sudah begitu familiar dengan kedua hal diatas  terkadang kita masih bingung tentang perbedaan dari kolestrol dan kalori,

Nah kali ini kita akan membahas sedikit tentang perbedaan mereka, Kolesterol dan kalori adalah dua hal yang memiliki fungsi berbeda meski keduanya bisa bersumber dari makanan. Keduanya diperlukan tubuh tapi jika dikonsumsi dalam berlebihan bisa berkontribusi terhadap penyakit kronis. yupz kedua hal tersebut penting bagi tubuh kita jika dikonsumsi dengan ideal dan sebaliknya akan berbahaya jika dikonsumsi terlalu banyak. yah sesuatu yang berlebihan memang tidak selalu baik bagi tubuh.

Namun Secara kebetulan, banyak makanan yang tinggi kolesterol juga tinggi akan kalori. Nah Hal ini bisa terjadi karena makanan yang mengandung  kolesterol tinggi itu cenderung memiliki kadar lemak yang tinggi, dimana kita tahu lemak memiliki kalori paling tinggi dibanding karbohidrat dan juga protein.

Perlu juga kita ketahui bahwa Tidak semua makanan mengandung kolesterol tapi semua makanan memiliki kalori. Kolesterol hanya ditemukan dalam produk hewan seperti kuning telur, daging merah, jeroan, unggas, kerang, krim dan produk susu.

Sedangkan kalori dimiliki hampir semua makanan. Meski menurut Departemen Pertanian AS (USDA), makanan yang sehat adalah yang secara alami mengandung rendah kalori dan dikemas dengan nutrisi penting.

Makanan rendah kalori contohnya seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, produk susu rendah lemak, serta berprotein seperti ikan, kacang, kedelai dan dada ayam tanpa kulit.

Apa itu Kolesterol?

Yang dimaksud dengan Kolesterol adalah zat lemak yang ditemukan dalam darah dan sel-sel tubuh dan merupakan nutrisi penting yang diperlukan tubuh manusia untuk menjalankan fungsi utamanya

Kolesterol itu sendiri disusun dalam tubuh oleh hati dan kemudian dikirim ke berbagai bagian tubuh oleh darah. Menurut American Heart Association (AHA), kolesterol digunakan untuk membentuk membran sel dan juga hormon.

Ada Dua jenis utama dari kolesterol yakni low-density lipoprotein (LDL) dan high-density lipoprotein (HDL). LDL tinggi dan HDL rendah merupakan faktor risiko penyakit jantung.

LDL seharusnya di bawah 160-190 mg/dL bagi kebanyakan orang dan kurang dari 100-130 mg/dL untuk penderita diabetes dan orang yang berisiko penyakit jantung. Sedangkan HDL sebaiknya di atas 40-50 mg/dL untuk kesehatan yang baik.

kabar baiknya  LDL dapat diturunkan dengan membatasi makanan tinggi kolesterol dan HDL juga dapat ditingkatkan dengan memperbanyak latihan olahraga.

Dilansir dari Livestong, Senin (12/7/2010), Federal dietary guidelines merekomendasikan untuk membatasi kolesterol kurang dari 300 mg per hari. Tapi orang dengan penyakit jantung harus membatasi asupan kolesterol kurang dari 200 mg per hari.

Apa itu Kalori??

yang dimaksud dengan Kalori merupakan jumlah energi yang tersimpan dalam makanan atau satuan untuk menghitung energi. Atau dengan kata lain, makanan yang tinggi kalori pasti akan menghasilkan lebih banyak energi.

Seperti yang sudah dibahas di atas, lemak memiliki jumlah kalori paling banyak ketimbang karbohidrat dan protein. Makan terlalu sedikit kalori dapat menyebabkan kekurangan gizi, tapi makan kalori berlebihan dapat berkontribusi pada kenaikan berat badan dan obesitas (kegemukan).

Obesitas sendiri merupakan faktor risiko penyakit jantung, diabetes, kanker, liver, penyakit ginjal, stroke dan kondisi kronis lainnya. Untuk itu Maka jumlah kalori yang dikonsumsi sehari-hari harus seimbang dengan jumlah kalori yang dihabiskan melalui kegiatan sehari-hari dan olahraga.

Menurut AHA, rata-rata orang dewasa membutuhkan sekitar 2.000 kalori per hari, tetapi angka tersebut berbeda berdasarkan usia, jenis kelamin, tingkat aktivitas dan tujuan kesehatan.

Secara umum, laki-laki, orang yang aktif secara fisik dan dewasa muda membutuhkan lebih banyak kalori ketimbang yang lainnya. Orang yang kegemukan perlu mengurangi asupan kalori dan meningkatkan tingkat aktivitas fisik untuk mendukung penurunan berat badan.

Lalu bagaimana cara mengurangi kolesterol dan kalori??

Bagi Orang-orang  yang mengalami kegemukan maka sebaiknya dan seharusnya mengurangi asupan kolesterol dan kalori. Misalnya dengan mengonsumsi Makan makanan nabati seperti buah-buahan, sayuran dan biji-bijian, serta dengan cara  membatasi konsumsi daging dan produk susu tinggi lemak, semua hal itu akan membantu mengurangi asupan kolesterol dan juga kalori.

Asupan kalori sendiri juga dapat dikurangi dengan mengurangi jumlah lemak, gula dan alkohol, yaitu dengan membatasi makanan goreng, makanan cepat saji, soda, makanan penutup (dessert) yang manis, makanan ringan, mentega, krim dan permen.

jadi kesimpulannya Kolestrol dan kalori dibutuhkan oleh tubuh dalam kadar yang ideal dan akan membahayakan jika dikonsumsi secara berlebihan. perbedaan yang mencolok dari dua hal diatas yakni tidak semua makanan mengandung kolesterol akan tetapi semua makanan sudah pasti memiliki kalori. So,, tetap jaga kesehatan kita dengan pola makan yang sehat dan seimbang.

salam sehat selalu

🙂

artikel menarik lainnya :

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s