Efek Negatif Sinar Ultraviolet pada Mata


Ilustrasi

Mata sangat rentan terhadap berbagai gangguan, termasuk sinar matahari. Sinar ultraviolet ternyata bukan hanya membuat mata silau, tapi juga bisa merusak saraf mata atau retina.

Menurut dr.Yudisianil E.Kamal, Sp.M (K), staf ahli divisi refraksi dan lensa kontak RSCM Kirana, sinar ultraviolet dapat bersifat toksik ke saraf mata atau retina.

“Sebenarnya di mata kita ada media yang membuat sinar yang tidak sehat tidak begitu saja gampang masuk, yakni dengan adanya kornea dan lensa. Kornea akan menapis dan menyerap sinar ultraviolet yang bersifat merusak retina,” katanya dalam acara diskusi yang diadakan oleh Transitions Optical di Jakarta (17/11/14).

Tetapi, pajanan sinar ultraviolet terus menerus bisa menyebabkan gangguan pada mata, misalnya saja katarak atau penyakit pterigium ( selaput pada mata).

“Sinar ultraviolet ini hanya salah satu faktor risiko, selain juga usia, penyakit diabetes, dan penggunaan obat steroid,” katanya.

Oleh karena itu, lindungi mata dari paparan sinar ultraviolet saat berada di luar ruangan. Misalnya saja dengan penggunaan topi atau kacamata yang bisa menahan sinar matahari.

Perkembangan teknologi dalam lensa kacamata telah menghasilkan lensa fotokromik yang bisa melindungi mata dari sinar ultraviolet sekaligus lebih cepat beradaptasi di berbagai kondisi cahaya.

Lance Lim, Marketing Manager Transitions, mengatakan, generasi terbaru lensa fotokromik sudah memiliki kemampuan adaptif terhadap berbagai kondisi pencahayaan, sehingga lebih nyaman dan membuat penglihatan lebih jernih. Dengan teknologi ini lensa kacamata akan berubah secara otomatis menyesuaikan dengan kondisi lingkungan.

“Saat ini cukup banyak lensa kacamata yang mengklaim memakai teknologi fotokromik, tapi saat dipakai di dalam ruangan ternyata kurang jernih. Lensa yang baik itu seharusnya memiliki performa prima di berbagai kondisi,” katanya.

Penggunaan lensa fotokromik, menurut Yudusianil, juga bisa membantu suasana mata lebih teduh saat berada di luar ruangan, sehingga pupil mata menjadi lebih kecil dan tajam penglihatan lebih baik.

Namun, penggunaannya juga disesuaikan dengan kebutuhan. “Untuk orang pekerjaannya membutuhkan tingkat kecerahan dan warna yang presisi boleh dipertimbangkan,” katanya.

Tetapi, lanjutnya, sebenarnya yang lebih penting adalah memeriksa kelainan mata di dokter mata sehingga bisa diperoleh ukuran lensa yang tepat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s